Meminimalkan penganiayaan dan pelecehan pada TKW

TKW merupakan pahlawan devisa bagi negara asal, karena mereka mampu mengirimkan sebagian besar penghasilan mereka dari luar negeri ke kampung halaman dalam jumlah yang tidak sedikit. Namun di sisi lain sering kali kita juga mendengar kabar bahwa TKW kita di siksa, di perkosa, bahkan di bunuh tanpa alasan yang jelas oleh majikan mereka. Hal ini tidaklah di inginkan bagi semua pihak, kita mengharapkan penghargaan atas jasa mereka, dan menjaga harkat dan martabat bangsa.

Bagaimana solusinya?

Pertama kita musti melihat satu persatu akar permasalahannya. Apakah itu memang berasal dari keterbatasan kemampuan dari TKW kita ataukah memang tabiat dari majikan yang buruk?

Tentunya mengenai ketrampilan dan kemampuan para TKW seharusnya sudah menjadi tanggung jawab dari PJTKI yang bertugas menyalurkan mereka ke negara tujuan. Sehingga ketika mereka sampai di sana, mereka setidaknya sudah di bekali dengan kemampuan berbahasa yang baik dan juga tentunya tata krama agar dapat di sesuaikan dengan kebiasaan dari majikan di negara tujuan. Inilah yang menjadi tugas dari sisi internal kita.

Sedangkan untuk masalah kelakukan majikan yang buruk, seharusnya juga menjadi tanggung jawab dari penyalur tenaga kerja bekerja sama dengan kedubes di negara tujuan agar dapat menyeleksi terlebih dahulu majikan yang baik, atau kalau perlu dengan perjanjian atau akad yang baik sehingga apabila terjadi apa - apa dengan TKW mereka harus bersedia bertanggung jawab penuh.

Selain itu para TKW juga harus dapat berkomunikasi dengan baik dengan para penyalur tenaga kerja atau kedubes di negara majikan sehingga bila terjadi sesuatu yang mecurigakan mereka dapat segera untuk menyampaikan keluhan atau meminta perlindungan kepada kedubes setempat, yang seharusnya melindungi dan membina mereka.

Ada lagi yang lain, monggo sumbang dan sarannya.