Berapa besar pemborosan BBM karena macet

Mungkin sebagian besar dari kita tidak menyadari betapa besarnya pemborosan yang kita lakukan karena macet. Kita tidak menyadari terutama bagi yang menggunakan kendaraan roda dua, di mana pada kondisi macet tidak terasa lelah kepanasan ataupun kehujanan. Nah, mari kita hitung berapa besar pemborosan BBM di jalan.

Pernahkah kita perhatikan berapa konsumsi BBM saat kondisi macet dengan kondisi lancar? Dulu saya pernah menggunakan mobil Toyota Soluna tahun 2001 di mana rata - rata konsumsi BBM dalam kota mencapai kurang lebih 9 Km / liter sementara untuk luar kota (dalam kondisi lancar) dapat mencapai 13 km / liter.

Apabila kita setiap hari pulang pergi rumah - kantor - rumah sejauh 50 km, maka untuk kondisi macet akan menghabiskan sekitar 5,5 liter BBM sementara itu untuk kondisi lancar hanya menghabiskan sekitar 3,85 liter. Dari selisih ini saja maka pemborosan BBM mencapai 1,66 liter atau sekitar 43% dari konsumsi BBM saat jalanan lancar. Hal ini juga terjadi pada pengendara motor walaupun mungkin pemborosannya jauh lebih sedikit.

Apabila kita mengeluarkan uang untuk BBM setiap hari mencapai IDR 20.000 per hari maka pemborosan yang kita lakukan setiap hari adalah sebesar IDR 8.600. Mungkin bagi sebagian kita nilai ini kecil namun apabila pemborosan ini di lakukan secara massal maka jumlahnya akan besar sekali.

Sebagai informasi saja bahwa tingkat konsumsi BBM subsidi pada tahun 2012 mencapai 45 juta kilo liter atau setara dengan 123.287.671 liter per hari atau setara dengan 1.033.041 barrel per hari.

Apabila kita berhasil menghemat 20% saja dari kemungkinan penghematan yang lebih besar (dapat mencapai 44%) maka konsumsi BBM bersubsidi dapat di tekan hingga hanya sebesar 826.433 barrel per hari  atau cukup dari hasil produksi BBM nasional per hari yang pada tahun 2012 mencapai 850.000 barrel.

Apakah kita mau boros lagi? Ini sudah menjadi permasalahan bersama yang harus di carikan solusinya. Jika kita nilai dalam uang dengan asumsi harga BBM per liter mencapai 9.000 maka pemborosan yang di lakukan oleh kita dan pemerintah total mencapai IDR 133 triliun (asumsi pemborosan hanya sebesar 20% secara nasional). Dengan uang sebesar itu selama satu tahun seharusnya bisa di gunakan untuk membangun sarana transportasi massal sebagai salah satu solusi yang tepat sehingga pemborosan karena macet dapat di tekan.

Ayo kita berhemat dan jaga keseimbangan alam.