Rukyatul - Hilal

Saat ini masih terdapat perbedaan dalam menentukan awal bulan sistem kalender kamariyah. Padahal sudah jelas dasar hukumnya. Untuk itu perlu kita sama - sama mencari kesepakatan penyelesaian masalah ini.

Penentuan awal bulan kalender kamariyah.

Dasar hukum:

(QS Yunus [10]: 5) : Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan waktu

" Mereka bertanya kepada engkau tentang hilal (bulan sabit). Katakanlah hilal itu adalah tanda-tanda waktu bagi manusia dan (ibadat) haji" ( QS. Al Baqarah: 189 )

(QS. an-Nisa [4]: 59) : Hai orang-orang yang beriman, taatlah kepada Allah, taatlah kepada Rasul dan ulil-amri di antara kamu.

"Berpuasalah engkau karena melihat hilal dan berbukalah engkau karena melihat hilal. Bila hilal tetutup atasmu, maka sempurnakanlah bilangan Syaban tiga puluh hari" - (HR. Bukhari dan Muslim)

(H.R. Bukhari dari Irbadh bin Sariyah) : Wajib bagi kalian untuk taat (kepada pemimpin), meskipun yang memimpin kalian itu seorang hamba sahaya Habsyi.

Akar masalah:

Ada beberapa penyebab sehingga penentuan awal bulan menjadi simpang siur, diantaranya:

  1. Krisis kepercayaan sebagian umat islam terhadap lembaga atau institusi yang memang ditugaskan khusus untuk menentukan awal bulan ini. Mengapa ada ketidakpercayaan? Bisa jadi karena hasil rukyat tidak dapat disampaikan kepada seluruh umat sesaat setelah diperoleh bukti. Bisa jadi pula hasil rukyat yang disampaikan hanya berbentuk laporan - laporan dari utusan yang mengaku telah melihat hilal.
  2. Perbedaan dalam kriteria hilal yang sah. Ada beberapa pihak yang berpendapat bahwa awal bulan terjadi apabila bulan baru sudah muncul ketika matahari terbenam walaupun hilal tidak tampak karena posisinya yang hampir berhimpitan dengan matahari. Ada juga yang berpendapat bahwa bulan baru yang sudah mencapai ketinggian 2o sudah cukup untuk menentukan awal bulan walaupun sangat sulit sekali bagi mata untuk dapat melihat hilal. Ada juga yang beranggapan bahwa bulan baru yang telah mencapai ketinggian 7o merupakan ketinggian minimal sehingga hilal dapat dilihat dengan mata manusia.
  3. Pengaruh dari wilayah lain yang sudah terlebih dahulu menentukan awal bulan tidak dapat dipungkiri sangat mungkin terjadi karena wilayah lain mungkin saja memiliki kriteria yang berbeda dalam menentukan awal bulan. Penentuan awal bulan yang didasari dari munculnya bulan baru setelah matahari terbenam tanpa melakukan rukyat hilal bisa saja menimbulkan awal bulan yang lebih awal satu hari dibandingkan dengan metode rukyat hilal tradisional.

Sesungguhnya apabila seluruh umat islam Indonesia menaruh sepenuhnya kepercayaan kepada institusi yang memang ahli di bidang tersebut yang memang satu - satunya lembaga tinggi yang dapat mengayomi umat islam maka tidak akan ada lagi perbedaan. Umat islam akan merasakan nikmatnya kebersamaan dalam persatuan.

Untuk memperkirakan posisi hilal di suatu wilayah pada waktu tertentu dapat menggunakan Stellarium yang dapat diperoleh gratis di situs http://stellarium.org.

Selain itu juga ada situs yang secara lengkap mendedikasikan pada masalah rukyat hilal di http://rukyatulhilal.org

Sudah seharusnya tidak ada lagi perbedaan.