Agar kita beruntung

Agar kita beruntung

Time is money begitu ungkapan yang sering kita dengar dari orang barat, sebagai simbol begitu berharganya waktu yang telah di anugerahkan kepada kita. Dulu semasa kita kecil waktu begitu terasa berlimpah, sebagian besar di gunakan untuk bermain. Semakin bertambah umur kita dan semakin banyak kegiatan yang harus kita lakukan akan semakin kita merasa waktu begitu terbatas sekali, apalagi bagi mereka yang sudah berkeluarga dan memiliki anak. 

Begitu banyaknya kegiatan atau aktivitas yang musti kita lakukan saat ini menjadikan kita harus pandai - pandai memilih prioritas agar kita tidak menyia - nyiakan waktu dan tentunya agar kita tidak merugi. 

Berikut ini adalah persyaratan agar kita tidak mengalami kerugian hari ini dan esok. Prinsip ini terdapat di Quran surah Al Ashr 1 - 3. 

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Dengan Nama Allah, Maha Pengasih, Maha Penyayang.

وَالْعَصْرِ

Demi masa

Ashr berarti waktu, zaman, atau masa. Demikian berharganya waktu sampai - sampai Allah SWT bersumpah dengan mengatakan "demi masa".  

إِنَّ الْإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ

Sesungguhnya manusia dalam keadaan merugi.

Secara mendasar, manusia itu berada dalam kerugian. Bagaimana bisa begitu? Manusia terlahir tanpa selembar kain di tubuhnya hanya di bekali oleh tubuh dan jiwa, nafs. Itulah modal dasar manusia untuk meraih keberuntungan hari ini dan esok. Merugilah mereka yang tidak tahu atau tidak memanfaatkan untuk kegiatan yang berguna. Kuncinya berikut ini,

إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

Kecuali orang-orang yang beriman dan berbuat kebaikan, dan saling menasihati untuk kebenaran, dan saling menasihati untuk kesabaran.

Jelas, gamblang, singkat dan padat apa dan bagaimana agar kita beruntung atau sukses atau berhasil. 

Yang pertama kita mesti memiliki keyakinan, kepercayaan atau keimanan yang kuat terhadap Tuhan dari mana kita berasal, adanya mahluk ciptaan - ciptaannya, malaikat, nabi - nabi dan rasul, kitab - kitab suci, dan hari akhir dimana setiap perbuatan akan di per tanggung jawab kan di hadapan Tuhan. Tanpa adanya iman hidup akan terasa hampa dan mudah terombang ambing tak tentu arah karena tidak memiliki pegangan yang pasti dan cenderung menganut aliran kebebasan atau liberal.

Yang kedua setelah kita meyakini keimanan, kita harus melakukan aktivitas yang positif, yaitu berbuat kebaikan atau amal saleh. Amal saleh itu adalah perwujudan dari niat yang baik, kegiatan yang jujur, adil, bermanfaat bagi diri kita dan orang lain. Semakin banyak kita melakukan amal saleh semakin kecil kesempatan kita untuk melakukan kegiatan yang merugikan atau sia  sia belaka. Banyak contoh dan petunjuk amal saleh dalam Quran.

Yang ketiga yaitu saling menasihati untuk kebenaran. Tidak cukup dengan hanya bermodalkan iman dan amal saleh kita harus pula berbagi pula pengalaman atau ilmu dengan dasar kebenaran. Ini merupakan perwujudan dari manusia yang paripurna, mereka yang telah berhasil dan sukses mau membagi pengalamannya bagi orang lain untuk membentuk benteng kesuksesan bagi suatu kelompok atau komunitas masyarakat yang dibinanya. Perwujudannya bisa dalam bentuk macam - macam, seperti dakwah, ceramah atau pendidikan - pendidikan yang bersifat satu arah maupun dua arah baik melalui interaksi langsung maupun tidak langsung.

Yang keempat adalah saling menasihati untuk kesabaran. Berikut ini adalah kutipan ayat Quran mengenai kesabaran.

�Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah - buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang - orang yang sabar, (yaitu) orang - orang yang apabila ditimpa musibah mereka mengucapkan : �Innaa lillaahi wa innaa ilaihi rajiuun� (QS Al-Baqarah: 155 - 156)

Agak melenceng sedikit, di sini di gambarkan bahwa kesabaran sangat erat kaitannya dengan cobaan, juga erat kaitannya dengan waktu. Ketika kita di timpa cobaan maka kita kita harus memiliki keyakinan penuh bahwa semua (harta, jiwa, dll) berasal dari Allah dan akan kembali kepada Nya. 

Saling menasihati untuk kesabaran juga mengandung pengertian bahwa kita tidak boleh menyerah untuk selalu menasihati sesama untuk tetap berada di jalan kebenaran.

Dari sini kita tidak membaca bahwa kesuksesan seseorang itu dilihat dari harta yang banyak, jabatan yang tinggi atau istri atau anak - anak yang banyak. Bukan materi tapi kualitas. Bisa saja seorang yang miskin atau seorang pekerja kasar memiliki keberhasilan atau kesuksesan yang di mata orang biasa tidak kelihatan tapi di mata Allah SWT sungguh luar biasa karena bobot atas ke empat kriteria di atas cukup tinggi.

Mulai dari sekarang gunakanlah waktu kita dengan baik untuk kita dan lingkungan sekitar dengan tidak lupa untuk saling menasehati dan berbagi pengalaman untuk kemajuan kita hari ini dan esok.