Risiko memiliki uang

Risiko Memiliki Uang

Uang merupakan sesuatu yang hampir semua orang perlukan, tanpa uang kita tidak dapat berbuat apa - apa, tanpa uang kita tidak bisa makan, tanpa uang kita tidak bisa kemana - mana itu kebanyakan yang orang pikirkan selama ini.

Uang dalam wujudnya dapat berupa uang kertas, uang logam, uang di rekening bank. Uang dapat berarti secara legal kita memiliki hak untuk mendapatkan benda lain dengan memberikan sejumlah nilai uang yang di sepakati oleh kedua belah pihak baik pembeli maupun penjual dalam melakukan transaksi barang atau jasa. Nilai uang di tentukan oleh pemerintah atau bank sentral yang ditunjukan dalam angka - angka yang tertera di uang tersebut.

Lantas apa risiko nya kita memiliki uang atau memegang uang. Ada banyak risiko yaitu:

  1. Nilai uang ternyata berdasarkan sejarah selalu mengalami penurunan daya beli terhadap suatu barang. Mengapa hal ini dapat terjadi? banyak sekali penyebabnya, diantaranya adalah pencetakan uang yang tidak terkontrol atau sangat berlebihan, atau bisa juga karena ada pemalsuan uang dalam jumlah besar, atau bisa juga ada manipulasi nilai uang dalam suatu rekening bank. Intinya uang dapat di manipulasi dengan mudah walaupun telah dilakukan pengawasan yang ketat oleh otoritas bank sentral. Perlahan tapi pasti nilai uang ini akan terus menyusut, selama ada kebijakan uang berbunga.
  2. Uang tidak berdaya untuk membeli barang dalam kondisi di mana terjadi kelangkaan barang atau misalnya terjadi kelangkaan bahan kebutuhan pokok.
  3. Ada kemungkinan pemerintah atau bank sentral menetapkan penurunan nilai uang atau membekukan sebagian tabungan masyarakat atau dapat pula memotong nilai tabungan atau yang selama ini di tanamkan di BI dalam bentuk SBI atau ORI atau apapun bentuknya istilah hutang dalam negeri, karena pemerintah atau bank sentral sudah tidak berdaya untuk mengembalikan hutang tersebut. Hal ini pernah terjadi di jaman pemerintahan Soekarno di mana terjadi sanering, atau penurunan nilai rupiah secara drastis yang mengakibatkan banyak orang tiba - tiba jatuh miskin. Ini baru kebijakan pemerintah di dalam negeri, belum termasuk kebijakan pemerintah luar negeri mengingat porsi hutang luar negeri kita saat ini tinggi.
  4. Uang saat ini sudah menjadi obyek spekulasi tingkat dunia, hal ini di tunjukan dari perubahan nilai uang suatu negara terhadap negara lain. Hal ini sangat berdampak buruk bagi pemerintahan yang memiliki porsi hutang luar negeri yang cukup besar, walaupun bunga hutang yang dibebankan kecil namun apabila nilai uang negara yang berhutang itu mengalami depresiasi terhadap nilai uang negara pemberi hutang akan berakibat pembengkakan nilai pokok hutang, yang pada akhirnya beban hutang menjadi berkali lipat, dari yang diperkirakan semula karena merasa di kenakan bunga yang relatif kecil. 

Mengingat risiko yang ada di atas, kita harus menyadari betul bahwa hal ini memang sedang terjadi dan terus akan terjadi. Oleh karena itu saya anjurkan kepada masyarakat luas untuk tidak menanam uang dalam jumlah besar baik itu di bawah bantal ataupun di rekening bank. Dianjurkan untuk di putar dalam kegiatan yang produktif seperti pertanian sebagai penghasil kebutuhan bahan pokok atau apa saja yang penting terus berputar dalam bentuk barang ataupun jasa. Dianjurkan pula untuk setidaknya di rumah di sediakan halaman kosong untuk menanam pohon pisang ataupun pohon singkong sehingga apabila dalam keadaan darurat kita masih memiliki persediaan bahan pangan hasil tanaman kita sendiri.

Kita tidak perlu takut tidak memiliki uang, karena insya Allah kita sanggup hidup dari alam. amin

rahmat | 2011-01-25 16:51:53
terima kasih infonya,salam dari rahmat